Merdeka itu…

Posted: 17 Agustus 2014 in Uncategorized

Gemertak memori ‘Merdeka’ menaut garang dalam naungan langit syawal..
Hajatkan syukur tak bersyarat benamkan sombong yang tersirat..
Terbata hati mendikte pahlawan-pahlawan nan rupawan jiwa,,Elok berjuang pertahankan tanah air beta…

Keping jiwa seharusnya melabuh jua pada Merdeka..
‘Merdeka’ iman dari kemusyrikan
’Merdeka’ kalam dari kemunafikan
’Merdeka’ cinta dari pasung dunia
’Merdeka’ Hati dari gelembung Benci..

Gerangan ‘Merdeka’ adalah tuan dermawan,, Aku adalah sahaya yg ingin terbebaskan…

Bongkahan tanya menyergap sukma,, Benarkah diri tunai merdeka..?

Petik kebodohan masih menggelebat erat,,
Nampak Kita belum merdeka..
Denting kemiskinan semakin memekakan telinga,,
Dan kita masih belum merdeka..
Topeng khianat tahta menusuk membutakan mata,,
Jadi kita tetap belum merdeka..

Air mata ku.. pun tak kan menuangkan duka ku..
untuk multi bencana, buruk nya lencana dan bobrok nya Rencana yang menerpa..
sungguh aku ingin merdeka,,kembali damai sejatinya dalam naungan indah nya langit syawal…

Iklan

Derita Tak dianggap

Posted: 10 Juli 2014 in Uncategorized

By: eL Nichmah

Telinga ini nyaris tak bernyali menangkap suara
Kala ku dengar kota suci menaut darah dan air mata
Peluru buta  merantai dendam, mencecar  jiwa tak berdosa
Kala saudara ku andalkan bongkahan batu sebagai pembela
Terurailah  darah palestina dalam kebekuan
Menyiratkan  senyum kemenangan dalam keimanan

Setiap kepala  liar berfikir menerka takdir
Menguntai keluh kesah dalam derai doa yang basah
Sampai kapan penantian akan berujung pada kemenangan
Haruskah menanti sampai masanya keimanan itu tergadaikan…?
Bulir waktu kian lantang menantang amal manusia
Menguji ikrar muslim bersaudara yang terpatri dalam keimanan atas sabda Nabi mulia
Namun kini Titah Nabi hanya dikte yang  menyalak nurani
Persatuan yang di damba luruh terkikis oleh egois penguasa…
Palestina kini sendiri dalam ketidakberdayaan
Mengutuk kekuatan muslim dunia yang tak berdaya mengangkat senjata
Hanya mengharap surga atas kedzoliman zionis pada jiwa tak berdosa
Dan kembali menuntut saudara muslim dunia yang tak bernyali membela kehormatan Agama
Saudara ku..
Sungguh telah dipastikan bahwa setiap jengkal perbuatan pasti akan dipertanggung jawabkan
Sudah siapkah engkau menemui Allah tanpa keridhoan saudara kita di palestina?

Teruntuk Pintu Surga ku :)

Posted: 21 September 2013 in Uncategorized
Tag:

Teruntuk pintu surga ku, Ibu….

Sungkem sujud haturkan wajah cinta,,

Bunda… Terbata hati  ini mendikte  gerai pengorbanan nan elok engkau sandingkan kala membesarkan aku.. hanya sepucuk surat sederhana yang menukil guratan hati ku atas permohonan Maaf tak terucap dan hamparan Terima Kasih yang tak terhingga.

Cinta kasihmu bunda,, Ah.. rongga ku tercekat untuk mengungkapnya. Begitu luas.. hingga mematahkan sendi-sendi yang biasanya tegak meraja. Tak peduli  tungkai Mu menemui kepenatanya, namun tetap menantikan ku menjejak bersama… Hingga jemari Mu memegang lemah dalam gemulainya, namun tetap berharap ruang diantara jemari ada yang menautnya… Hanya titian Doa yang mampu ku persembahkan, atas samudera pengorbanan yang telah kau tuangkan.

Manusia adalah tempat salah dan lupa begitulah Nabi bersabda. Titah suci yang kerap ku sandang sebagai pembela kala egois ku mencecar ketegaran mu tanpa sela. Terlalu… aku sungguh tak menuai peka atas kesakitan mu menahan derita mendidik ku hingga dewasa. Taukah engkau bunda, kini hati kecilku merongrong sesal dalam nestapa. “Hukum saja raga Durhaka!! Hanya penuhi catatan dosa malaikat penjaga”. Namun, hati mulia mu telah memilih untuk menghanyutkan duka yang ku dera pada sungai kecil yang mengalir dari air mata mu bunda..

Cukup bagi ku keridhoan mu atas jiwa ku.. maka perkenankanlah untuk mengulurkan gelombang maaf mu untuk menyertai keping kesalahan ku yang masih angkuh menatap waktu.

Sungkem sujud seraut wajah haru  tersemat atas diriku yang seringkali mengukir salah di hatimu dan melupakan tulus kasih sayang mu..

_Bandar Lampung_Salam Rindu Nanda… -eL Nichmah298109_242142072490086_5776637_n


semangat syawal

Semangat Syawal

Subhanallah… Nggak terasa ya, kayaknya minggu kemarin kita masih berada di bulan Ramadhan. Waktu itu, di sepuluh hari terakhir Ramadhan, kita menikmati semua fasilitas yang diberikan Allah Swt. untuk mengeruk pahala sebanyak mungkin di bulan penuh barokah. Seminggu kemudian, ya pekan ini, kita udah ada di bulan Syawal, bulan kesepuluh dalam hitungan tahun hijriah. Gimana, masih terasakanindahnya Ramadhan? Masih terasa saat-saat nikmat beribadah? Insya Allah ya… Semoga jejak Ramadhan masih terasa bekasnya hingga saat ini dan pada bulan-bulan yang akan datang.

Sobat muda muslim, hari ini kita sedang menikmati indahnya Syawal. Menikmati karunia Allah Swt. kepada kita semua untuk bisa bertemu di bulan bahagia. Saling bermaafan dan saling berbagi rasa cinta dengan sahabat dan juga keluarga besar kita. Buat yang mudik pasti punya pengalaman indah juga ya. Berkumpul dengan keluarga, dengan orang tua, bahkan teman lama yang berbilang tahun tak jumpa. Momen Idul Fitri kita manfaatkan dengan lebih baik. Semoga pula, shaum or puasa yang kita laksanakan selama sebulan penuh di bulan Ramadhan berbuah takwa. Yup, menjadi orang-orang beriman yang bertakwa.

Ahaa… selain kebahagiaan silaturahim dan senangnya menikmati kue lebaran (hehe..) ternyata masih ada yang lebih spesial lagi lho di bulan syawal,, apaan tu..?? simak yaa…

Dari Abu Ayyub al-Anshari-semoga Allah meridhaiya-bahwa Rasulullah Saw bersabda:

« مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ »

Siapa saja yang telah berpuasa Ramadhan, kemudian diikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti puasa setahun.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Darimi. Sementara Bazzar meriwayatkan hadits yang sama dari jalan Abu Hurairah ra.).

Woww,, kerenkan..!! eh, tapi kok puasa enam hari = setahun..??

“belum selesai atuh”,, simak lagi ah..

Dari Tsauban bahwa Rasulullah Saw bersabda:

« صِيَام شَهْر رَمَضَان بِعَشْرَةِ أَشْهُر وَصِيَام سِتَّة أَيَّامٍ مِنْ شَوَّالٍ بِشَهْرَيْنِ فَذَاكَ صِيَام سَنَةٍ »

Puasa sebulan Ramadhan-sama-dengan puasa sepuluh bulan. Dan puasa enam hari di bulan Syawal-sama-dengan puasa dua bulan. Dengan demikian sama dengan puasa setahun.” (HR. Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubrâ)

Nah.. udah pada taukan, so.. yang gak mau rugi Don’t Miss it Guys..!!

Tak peduli kue lebaran yang menghadang, pokoknya puasa syawal harus tetep jalan.. ok?

Sobat muda muslim, bahagianya hati menyambut syawal sampe lupa nie dari tadi belum ngucapin ‘Minal aidzin wal faidzin’ sama sobat pembaca semua (hehe..) Mohon dimaafkan lahir dan batin yaa atas khilaf  kata yang tertuang tak sempurna dalam tulisan hingga tak jarang sengaja ataupun tidak menyakiti hati kalian (pleaseeee… -_- )

Hmm… sebenernya gampang nggak sih kita ngasih maaf kalo ada temen kita yang minta maaf sama kita? emm.. gimana ya, apalagi doi tuh udah nyakitin kita banget. Kayaknya nggak gampang deh kalo kita langsung nerima permintaan maafnya. Menyembuhkan luka batin atau nyembuhin perasaan itu katanya sih lebih sulit ketimbang nyembuhin luka fisik. Bagi banyak orang, katanya sih lebih baik tubuh tertusuk pedang ketimbang ditusuk lidah dengan omongan yang nggak enak en nggak sedap. Mungkin bener juga kali ya kalo Bung Meggy Z semasa hidupnya sempat berdendang: “Kalau terbakar api, kalau tertusuk duri, mungkin masih dapat kutahan. Tapi ini.. sakit lebih sakit, kecewa karena cinta…. Daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi ini, biar tak mengapa…” (ih, kalo saya sih nggak kepengen dua-duanya tuh!)

Mungkin wajar kalo kita gondok abis kalo dihina. Mendingan dipukul pake kayu atau benda lainnya kali ya daripada dirajam pake kata-kata hinaan di depan banyak orang pula. Malu, kesel, dan juga marah sama orang yang model begitu. Nah, suatu ketika doi minta maaf nih sama kita. Hmm.. kayaknya sampe sujud juga nggak bakalan dikasih kali tuh. Mau nangis darah dan ngesot-ngesot juga kayaknya nggak bakalan dikasih maaf. Saking kesel dan gondoknya ( tipe yang ini udah terjangkit virus ‘dendam’ stadium akhir “Don’t try at Home” )

Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah halal bagi seorang Muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari; keduanya bertemu tapi saling memalingkan mukanya. Dan yang paling baik di antara keduanya ialah yang memulai lebih dahulu mengucapkan salam” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Allah saja Maha Pengampun kepada hambaNya (kecuali kepada yang menyekutukanNya), masa’ sih kita kejam dan nggak mau sedikit pun ngasih maaf kepada teman kita.

Dari Uqbah bin Amir, dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, “Wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzhalimimu.” (HR Ahmad, al-Hakim, dan al-Baghawy)

Sob, kasus lainnya adalah meminta maaf. Ini juga hampir sama sulitnya dengan ngasih maaf. Gimana nggak, kadang gengsi juga bikin kita malas minta maaf. Apalagi mungkin menurut kita hal itu sepele. Jangan salah, banyak lho orang yang sulit meminta maaf. Kayaknya tuh lidah udah dipaku sehingga satu kata pernyataan maaf pun tak keluar dari mulut kita. Kita cuek dan merasa benar sendiri. Kita jadi gengsi dan merasa tak perlu meminta maaf, apalagi kepada orang yang levelnya lebih rendah dari kita. Kita khawatir menjadi rendah di hadapan orang yang kita anggap status sosial maupun intelektualitasnya di bawah kita (ah, masa’ iya sih?)

Coba deh direnungkan, apakah kita udah merasa benar dan sempurna banget di hadapan manusia lain sehingga nggak perlu minta maaf? Rasulullah saw. saja mengajarkan bagaimana menghormati sahabat-sahabatnya. Tentu saja, jika beliau mau menghormati dan lemah-lembut kepada sahabatnya, maka sudah bisa dipastikan bahwa beliau pun mau dan biasa meminta maaf kepada sahabat-sahabatnya.

Rasulullah saw. pernah menyampaikan sabdanya: “Shadaqah tidak mengurangi sebagian dari harta, dan Allah tidak menambah kepada seorang hamba karena maaf melainkan kemuliaan, dan seseorang tidak bertawadhu’ karena Allah, melainkan Allah meninggikannya.” (dalam kitab Minhajul Qashidin, karya Ibnu Qudamah, hlm. 233)

Nah, kita juga bisa jadi pernah (atau bahkan sering?) berbuat salah, dan orang lain juga pernah berbuat salah dan menyakitkan kepada kita. Itu sebabnya, kita harus mengakui kenyataan ini dan berusaha untuk bersikap bijak. Tak ada manusia yang terus berbuat salah dan tak ada manusia yang selamanya berbuat baik. Dengan demikian, yang lebih oke adalah mereka yang saling memaafkan dengan sesamanya.

Well, Ramadhan memang telah berlalu meninggalkan berjuta kenangan (duiilee..) tapi atmosfer ramadhan harus tetap dihati, kita ambil semangatnya dalam beribadah. Kalo di bulan Ramadhan kita beribadah seperti nggak kenal lelah, maka di bulan lainnya pun, diusahakan untuk tetap beribadah, bahkan bila perlu lebih banyak lagi karena nilai pahalanya nggak sebanding dengan ‘bonus’ pahala di bulan Ramadhan.

Selamat Berjuang…!!

>Dari Berbagai sumber

Goals

Posted: 24 Juli 2011 in Uncategorized

“Without goals, and plans to reach them, you are
like a ship that sail with no destination” —
(Fritzhugh Dodson)

Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya
tujuan dalam hidupnya.

Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu
arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup
adalah apa yang kemudian dilakukannya.

Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih
nasib tak berpihak padanya.

Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan
hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang.

Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan
dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu
adanya perubahan tersebut… hingga akhirnya tujuan
hidupnya tidak tercapai!

Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah
tujuan hidup beberapa kali. Hal yg terpenting adalah
setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin
dicapai.

Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan
strategi apa yang harus diambil.


The one and only solution

Sejak awal kelahiranya pada tanggal 20 Mei 1908, penetapan Hari Kebangkitan Nasional diharapkan mampu menjadi obor yang menyalakan api semangat jiwa-jiwa intelektual guna mendobrak belenggu keterpurukan menuju KebangkitanIndonesia. Namun, selang 103 tahun berlalu nampaknya semangat itu telah terkubur dalam-dalam bersama puing-puing harapan. Seakan tiada asa untuk berkata BISA!!

Alih-alih untuk bangkit, kehidupan kenegaraan dan nasib rakyatIndonesiasaat ini justru semakin terjatuh dalam keterpurukan. Problem kemiskinan yang hanya berujung pada sebuah wacana tanpa adanya tindakan solutif untuk membendungnya, rangkaian ketidak jujuran dalam sistem pendidikan menjadikan bersyukur dengan sekelumit prestasi namun bersikap bangga mempertahankan budaya korupsi, belum lagi fenomena pelanggaran hukum yang ajaibnya dilakukan oleh para penegak hukum itu sendiri hingga seketika mengikis kepercayaan masyarakat, serta banyak lagi fakta keterpurukan lainya yang menghalangi munculnya kebangkitan itu.

Pertanyaan kritisnya, setelah sekian tahun lamanya mengapa kita tidak bangkit-bangkit? Pertama, kita tidak tau persis bagaimana seharusnya kita bangkit. Kita melupakan bahwa “Ideologi” sebagai dasar kebangkitan. Diibaratkan, Ideologi itu seperti akar yang menentukan jenis dan kualitas pohon, atau seperti pondasi yang menentukan kuat tidaknya sebuah bangunan. Oleh karena itulah, Ideologi disinyalir merupakan dasar (pondasi) yang akan menentukan pemikiran-pemikiran dan aturan yang terlahir darinya. Bagaimana corak dan substansi dari sistem politik, ekonomi, sosial, dan pendidikan sebuah negara ditentukan oleh ideologi tersebut. Jadi, dasar kebangkitan yang utama bukanlah kebangkitan ekonomi ataupun pendidikan, karena baik ekonomi maupun pendidikan hanyalah merupakan pemikiran turunan dari sebuah ideologi, dan bukanlah pemikiran mendasar. Kedua, kita gagal bangkit karena kita telah keliru merumuskan ideologi yang seharusnya menjadi dasar kehidupan bernegara. Dalam kepemimpinan presiden Soekarno, diakui atau tidak, ideologi negaraIndonesia telah banyak dipengaruhi oleh sosialisme, dan di era Soeharto hingga SBY sekarang negara kita ditunggangi oleh ideologi Kapitalisme. Kedua ideologi tersebut terbukti gagal menuju kebangkitan masyarakat, dengan bukti kongkrit adalah apa yang kita dapatkan saat ini.

Walhasil, pilihan kita dan umat manusia sekarang hanya satu, yakni “Ideologi Islam” yang sesuai dengan akal sehat serta fitrah manusia, karena bersumber dari Allah swt. Inilah wajah ideologi yang akan membawa kebangkitan sesungguhnya, bukan hanya bagiIndonesia, akan tetapi juga bagi kebangkitan Dunia. Masihkah kita menolaknya?

Dear ‘UAS’ Day

Posted: 11 Juli 2011 in Uncategorized

Serangkaian proses pembelajaran semester Genap telah terikat matang dalam bingkai kepompong perkuliahan. Dan kini saat nya tiba masa Ujian Akhir Semester, Fase pembuktian bagi para kepompong untuk menunjukan apakah ia Layak untuk menjadi kupu-kupu yang tangguh pemegang masa depan atau hanya akan menjadi kupu-kupu kerdil yang hanya mampu terbang menggapai Ranting tak berguna?

Sebagai Mahasiswa yang memiliki mimpi dan cita-cita, tentu saja kita tidak ingin membuat proses sulit yang telah dijalani menjadi sia-sia hanya dengan menjadi kupu-kupu kerdil yang tak dipandang, kita semua ingin menjadi kupu-kupu yang tangguh penjelajah dunia. Namun pertanyaanya, mengapa cara-cara yang digunakan dalam fase pembuktian ‘Ujian Akhir Semester’ selama ini sama sekali tidak meyakinkan untuk menjadi pribadi yang berkualitas. Seperti hal-nya Fenomena ‘Menyalin jawaban orang lain’ atau melihat catatan, sebut saja istilahnya ‘mencontek’ bahkan mungkin adanya transaksi ‘jual-beli’ nilai, yang keduanya telah menjadi Aktivitas yang membudaya dalam proses pendidikan, tanpa mempertimbangkan adanya ‘kemurkaan Allah’ yang menyertainya.

Ironi memang, apabila kita mengingat bangsa Indonesia yang setelah 65 tahun merdeka, namun belum mampu menghadirkan pendidikan yang berkualitas. Hal ini terlihat dari moral generasi mudanya yang semakin hari semakin mengalami kemerosotan. Wajar saja hal itu terjadi, karena memang dalam masyarakat yang bertumpu pada ideologi sekularisme-kapitalisme, sistem pendidikan hanya akan menghasilkan sumberdaya manusia (peserta didik) yang berpikir profit oriented dan menjadi economic animal. Penanaman ideologi sekular (pemisahan agama dan kehidupan) telah mendorong masyarakat mengambil keputusan untuk menyimpan nilai-nilai agamanya dalam suatu benteng yang tidak berjendela dan berpintu. Mereka menutup tempat tersebut dan memandangnya sebagai suatu tradisi yang sudah menjadi endapan dan bagian masa lalu. Manusia mengalami kehampaan nilai dan keterbauran, disfungsionalisasi, ketidakutuhan (desintegratedness), ketelantaran, sekaligus keterpurukan. Agama dipandang sebagai sesuatu yang terpisah dengan pengaturan kehidupan (sekularisme) sehingga agama (Islam) tidak lagi berperan sebagai pengendali motivasi manusia (driving integrating motive) atau faktor pendorong (unifying factor). Kepribadian peserta didik mengalami keguncangan citra diri (disturbance of self image) dan keperibadian yang pecah (split personality) sehingga tidak memiliki kepribadian yang islami (Asy Syakhshiyyah Al Islamiyyah).

Untuk mengubah dan memperbaiki kondisi dunia pendidikan harus dilakukan pendekatan yang integratif dengan pengubahan paradigma dan pokok-pokok penopang sistem pendidikan. Untuk itu diperlukan Islam sebagai solusi terhadap kenyataan tersebut. Paradigma Pendidikan dibangun dengan memandang Islam sebagai ideologi (aqidah). Hal itu memberikan arah bagi pengembangan kurikulum, tujuan, metodologi, sampai pembangunan sarana-prasarana penddikan. Negara memegang peranan dominan, karena pendidikan merupakan bagian public services yang harus diberikan untuk melayani rakyat. Pada titik ini jelas bahwa pendidikan dalam Islam ditujukan dalam upaya membentuk individu shaleh, taat Allah dan Rasul-Nya.

Hello world!

Posted: 11 Juli 2011 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.